Pentingnya Masker Saat Pandemi
PEMBAHASAN
A. Masker
1. Pengertian
Masker
Masker adalah perlindungan pernafasan yang
digunakan sebagai metode untuk melindungi individu dari menghirup zat-zat
bahaya atau kontaminan yang berada di udara, perlindungan pernafasan atau
masker tidak dimaksudkan untuk menggantikan metode pilihan yang dapat
menghilangkan penyakit, tetapi digunakan untuk melindungi secara memadai
pemakainya (Cohen & Birdner, 2012). Masker secara luas digunakan untuk
memberikan perlindungan terhadap partikel
dan aerosol yang dapat menyebabkan
bahaya bagi sistem pernafasan yang dihadapi oleh orang yang tidak memakai alat
pelindung diri, bahaya partikel dan aerosol dari berbagai ukuran dan sifat
kimia yang berbeda dapat membahayakan manusia, maka NIOSH merekomendasikan
masker yang menggunakan filter (Eshbaugh et al, 2009).
2. Fungsi
dari Masker
Masker filtrasi mempunyai beberapa fungsi dan filter yang digunakan
untuk melindungi dari paparan bahaya gas, partikel
dan aerosol. Tipe masker yang
digunakan menurut 3M Occupational Health
and Enviromental Safety Division (2010) yaitu :
1.
N-series
filter
Masker tipe N-series mempunyai keterbatasn yang
digunakan untuk aerosol yang bebas
minyak, masker ini dapat digunakan untuk partikulat padat dan cair yang dapat
membahayakan sistem pernafasan. Masker ini mempunyai dua tipe yaitu masker N95
dimana masker tersebut dapat menyaring partikel sekitar 95% dengan 0.3 µm Nacl aerosol, sedangkan masker N100 paling
sedikit apat menyaring 99,97% yang berukuran 0.3 µm Nacl aerosol.
2.
R-series
filter
Masker tipe R-series sebuah masker yang belfilter
untuk mengurangi setiap partikel bahaya yang berbasis aerosol minyak yang dapat membahayakan tubuh dan masker ini hanya
digunakan untuk 8 jam. Masker ini mempunyai tipe yaitu R95 dimana masker
tersebut dapat menyaring 95% aerosol
minyak yang berukuran 0.3 µm DOP (Dioctyl
Phthalate) aerosol.
3.
P-series
filter
Masker tipe P-series filter sebuah masker yang
berfilter untuk mengurangi partikel apapun termasuk cairan atau aerosol yang berbasis minyak. Masker ini
mempunyai tipe P95 dimana dapat menyaring 95% aerosol minyak yang berukuran 0.3 µm DOP (Dioctyl Phthalate) aerosol,
sedangkan tipe P100 ini mempunyai catridge
yang dapat menyaring 99,97% aerosol
minyak yang berukuran 0.3 µm DOP (Dioctyl
Phthalate) aerosol.
Masker P100 merupakan masker yang mempunyai filter atau catridge yang berfungsi untuk menyaring
partikel apapun termasuk partikel
atau cairan yang berbasis aerosol
minyak, NIOSH mengharuskan masker tipe P-series
ini tidak lebih digunakan dari 40 jam atau penggunaan selama 30 hari. ( Occupational Health & Environmental Safety Division, 2010)
B. COVID-19
(Virus Corona)
Coronavirus atau COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama
kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019 adalah kumpulan
virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini
hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi
pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).
Virus
ini menular melalui percikan dahak (droplet) dari saluran pernapasan, misalnya
ketika berada di ruang tertutup yang ramai dengan sirkulasi udara yang
kurang baik atau kontak langsung dengan droplet.
1.
Gejala COVID-19
Gejala awal infeksi virus
Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam,
pilek, batuk kering, sakit
tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan
sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa
mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri
dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi
melawan virus Corona.
Secara
umum, ada 3 gejala umum yang
bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
·
Demam (suhu
tubuh di atas 38 derajat Celsius)
·
Batuk kering
Ada
beberapa gejala lain yang juga bisa muncul pada infeksi virus
Corona meskipun lebih jarang, yaitu:
·
Diare
·
Sakit kepala
·
Hilangnya kemampuan mengecap rasa atau mencium bau
Gejala-gejala
COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah
penderita terpapar virus Corona. Sebagian pasien yang terinfeksi virus
Corona bisa mengalami penurunan oksigen tanpa adanya gejala apapun. Kondisi ini
disebut happy hypoxia.
2. Penyebab COVID-19
Infeksi
virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus
yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus
hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan
tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti
pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe
Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Ada
dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun,
kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.
Seseorang
dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
· Tidak
sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19
batuk atau bersin
· Memegang
mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda
yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19
· Kontak
jarak dekat dengan penderita COVID-19
Virus
Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan
lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut
usia, ibu hamil,
orang yang memiliki penyakit
tertentu, perokok,
atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah, misalnya pada penderita kanker.
C. Pentingnya memakai masker di masa
pandemic COVID-19
Memakai
masker terbukti menjadi cara paling efektif dalam mencegah penularan virus
corona, yang utamanya menyebar lewat transmisi udara. Dilansir CNN, kesimpulan
tersebut didapatkan dari hasil penelitian para peneliti di Texas dan
California, Amerika Serikat. Tim peneliti membandingkan tren tingkat infeksi
Covid-19 di Italia dan New York, AS, sebelum dan sesudah aturan penggunaan
masker wajah diwajibkan. Hasil penelitian yang diterbitkan di Prosiding
National Academy of Sciences menyebutkan, kedua lokasi mulai menunjukkan
tingkat infeksi merata setelah kewajiban penggunaan masker wajah diberlakukan.
Memakai masker ditemukan dapat mencegah lebih dari 78.000 infeksi di Italia,
selama 6 April dan 9 Mei, dan lebih dari 66.000 infeksi di New York City selama
17 April dan 9 Mei.
Penelitian
juga menemukan, mengenakan masker wajah di rumah membantu menghentikan
penyebaran virus corona di antara anggota keluarga. Memakai masker wajah di
tempat umum adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penularan
antar-manusia.” “Praktik ini tidak mahal ini dan jika diberlakukan bersama
dengan pembatasan sosial, karantina, dan pelacakan kontak secara simultan,
dapat membantu menghentikan penyebaran Covid-19 sebelum vaksin ditemukan,”
tulis tim peneliti. Para peneliti mengukur efektivitas berbagai strategi untuk
menghentikan penyebaran infeksi dan mempelajari bagaimana virus itu tersebar.
Virus dapat menyebar melalui kontak langsung ketika seseorang mengeluarkan
tetesan dari batuk atau bersin kepada orang lain. Atau, bisa pula dari kontak
tidak langsung ketika seseorang batuk atau bersin pada suatu permukaan benda
yang kemudian disentuh oleh orang lain.
PENUTUP
Kesimpulan
Masker adalah perlindungan
pernafasan yang digunakan sebagai metode untuk melindungi individu dari zat-zat
berbahaya yang tersebar diudara. Selain itu, masker juga sangat penting pada
masa pandemic COVID-19 ini. Dengan memakai masker kita juga bisa menghambat
penyebaran virus ini. Karena virus ini dapat menyebar melalui kontak langsung
ketika seseorang mengeluarkan tetesan dari batuk atau bersin kepada orang lain.
Selain itu bisa pula dari kontak langsung ketika seseorang batuk atau bersin
pada suatu permukaan benda kemudian benda tersebut disentuh oleh orang lain.
Saran
Dengan
memahami apa itu COVID-19 penyebaran,gejala,dan pencegahan. Selain itu, kita
harus menerapkan tindakan pencegahan agar tidak menyebar ataupun menyerang
tubuh kita yaitu dengan cara memakai masker saat keluar rumah atau saat dirumah
jika perlu. Karena masker sangat berpengaruh dalam menghambat penyebaran virus
ini. Tidak lupa dengan menjaga pola makan serta menjaga kebersihan tentunya.
DAFTAR
RUJUKAN
Kompas.
2020. (Httpbalalalal, diakses 27 Oktober 2020)
Konten. 2020. (https://www.k24klik.com/blog/cara-memakai-masker/,
diakses 27 Oktober 2020)
Joni,
Rahmat. 2020.(https://fajarcirebon.com/pentingnya-masker-di-masa-pandemi-covid-19/,
diakses 27 Oktober 2020)
Komentar
Posting Komentar